Event

Benarkah Kanker Payudara Hanya Terjadi pada Wanita dengan Riwayat Keluarga?

ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
09 March 2026
Bagikan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Whatsapp

Apakah kanker payudara hanya dialami oleh wanita yang memiliki riwayat keluarga? Lalu, Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki faktor keturunan, apakah benar-benar bebas risiko, atau justru bisa menjadi perintis dalam keluarganya?

Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali muncul di tengah masyarakat. Sayangnya, informasi yang beredar kerap tidak disertai penjelasan yang utuh, sehingga memunculkan asumsi yang kurang tepat. Di sinilah pentingnya memahami konteks risiko secara lebih komprehensif. Pengetahuan yang akurat membantu kita melihat bahwa faktor keturunan bukan satu-satunya penentu. Untuk itu, mari kita bahas satu per satu berdasarkan fakta ilmiah. 

Fakta dan Mitos mengenai Gen BRCA pada Kanker Payudara

Mitos 1 : Hanya perempuan yang dapat mengalami kanker payudara

Faktanya, Pria juga bisa mengalami kanker payudara. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kanker payudara pada pria memang jarang terjadi, kurang dari 1% dari seluruh kasus kanker payudara dan paling sering ditemukan pada usia 60–70 tahun.

Mitos 2 : Kanker payudara hanya terjadi pada perempuan dengan riwayat keluarga kanker payudara

Faktanya, Riwayat keluarga memang termasuk salah satu faktor risiko kanker payudara. Namun, memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Sebaliknya, tidak memiliki riwayat keluarga juga bukan jaminan bebas dari risiko. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar kasus kanker payudara justru terjadi pada perempuan yang tidak memiliki riwayat keluarga yang jelas. Karena itu, deteksi dini dan pemeriksaan rutin tetap penting dilakukan oleh setiap perempuan, terlepas dari faktor keturunan.

Mitos 3 : Jika tidak ada benjolan, berarti tidak ada kanker payudara

Faktanya, Tidak semua kanker payudara diawali dengan benjolan yang dapat dirasakan. Beberapa justru muncul dengan tanda lain, seperti perubahan kulit yang tampak menebal atau berlekuk (seperti kulit jeruk), kemerahan, nyeri yang tidak biasa, atau keluarnya cairan dari puting. Kanker payudara juga dapat terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan seperti mammografi sebelum gejala fisik terasa. Bahkan, beberapa jenis kanker payudara dapat berkembang tanpa membentuk benjolan yang jelas teraba pada tahap awal.

Mitos 4 : Kanker payudara hanya menyerang wanita usia lanjut

Faktanya, Risiko kanker payudara memang meningkat seiring bertambahnya umur. Namun, wanita muda juga tetap berisiko mengalaminya, terutama jika memiliki faktor risiko tertentu seperti riwayat keluarga, mutasi genetik, atau paparan hormon. Meskipun sebagian besar kasus terjadi pada wanita usia di atas 40 tahun, kanker payudara tetap dapat terjadi pada usia yang lebih muda. Karena itu, kewaspadaan dan kesadaran terhadap perubahan pada payudara tetap penting di segala usia.

Mitos 5 : Gaya hidup tidak terlalu berpengaruh terhadap risiko kanker payudara

Faktanya, gaya hidup memiliki peran penting dalam mempengaruhi risiko kanker payudara. Pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, obesitas, serta paparan hormon tertentu diketahui dapat meningkatkan risiko. Beberapa faktor risiko ini bersifat dapat dimodifikasi, sehingga menerapkan pola hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan membatasi konsumsi alkohol dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan kanker payudara.

Seberapa besar peran Gen BRCA terhadap risiko Kanker Payudara

Gen BRCA1 dan BRCA2 berperan penting dalam melindungi tubuh dari kanker. Kedua gen ini berfungsi memperbaiki kerusakan DNA dan membantu menjaga kestabilan sel. Namun, jika terjadi mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2, fungsi perlindungan tersebut dapat terganggu sehingga meningkatkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan kanker ovarium. Mutasi BRCA diperkirakan berkontribusi pada sekitar 3% kasus kanker payudara dan sekitar 10% kasus kanker ovarium. Jika salah satu orang tua membawa mutasi gen ini, maka setiap anak memiliki kemungkinan 50% untuk mewarisinya.

Meskipun demikian, memiliki mutasi BRCA tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Mutasi ini hanya meningkatkan risiko secara signifikan dibandingkan populasi umum. Namun penting untuk dipahami bahwa tidak semua kanker payudara terjadi karena faktor genetik yang diwariskan. Sebagian besar kasus justru muncul tanpa riwayat mutasi dalam keluarga.

Perbedaan Kanker Herediter dan Sporadis

Kanker payudara secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kanker herediter dan kanker sporadis. Kanker herediter terjadi karena adanya mutasi gen yang diwariskan dari orang tua. Pada kondisi ini, seseorang sudah membawa gen yang bermutasi sejak lahir sehingga risiko kanker dapat muncul pada usia yang lebih muda. Sementara itu, kanker sporadis tidak diturunkan secara genetik. Mutasi gen muncul secara bertahap selama hidup akibat proses penuaan, faktor lingkungan, atau gaya hidup. Sebagian besar kasus kanker payudara termasuk dalam kategori kanker sporadis, bukan kanker herediter.

Perlukah Skrining Jika Tidak Ada Riwayat Keluarga? 

Skrining kanker payudara tetap penting dilakukan meskipun seseorang tidak memiliki riwayat keluarga. Sebagian besar kasus kanker payudara bersifat sporadis, yaitu terjadi tanpa faktor genetik yang diwariskan. Karena itu, setiap perempuan tetap memiliki risiko mengalami kanker payudara.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, pemeriksaan skrining seperti mammografi dianjurkan dilakukan secara rutin sesuai dengan usia dan faktor risiko masing-masing individu.

Kesimpulan

Kanker payudara tidak hanya terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga. Meskipun mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko secara signifikan dan berperan pada sebagian kecil kasus, mayoritas kanker payudara justru bersifat sporadis, yaitu terjadi tanpa mutasi genetik yang diwariskan. Selain itu, kanker payudara tidak selalu diawali dengan benjolan, tidak hanya menyerang wanita usia lanjut, dan dalam kasus yang jarang juga dapat terjadi pada pria. Faktor usia, lingkungan, dan gaya hidup juga turut mempengaruhi risiko seseorang.

Karena itu, tidak memiliki riwayat keluarga bukan berarti bebas dari risiko kanker payudara. Skrining dan deteksi dini tetap penting dilakukan sesuai usia dan faktor risiko masing-masing, karena setiap perempuan memiliki kemungkinan untuk mengalami kanker payudara. Memahami risiko sejak dini merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan.

KALGen Innolab sebagai laboratorium diagnostik menyediakan layanan pemeriksaan genetik KAL-Screen BRCA1 & BRCA2 untuk membantu mengidentifikasi mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker ovarium. Dengan mengetahui status genetik sejak dini, langkah pencegahan dan pemantauan kesehatan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kenali risikonya, lindungi masa depan Anda dan keluarga.”

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). What causes hereditary breast and ovarian cancers. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/breast-ovarian-cancer-hereditary/causes/index.html

American Cancer Society. (2023). Breast cancer signs and symptoms. https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/about/breast-cancer-signs-and-symptoms.html

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). What are the symptoms of breast cancer? https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/symptoms.html

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Breast cancer risk factors. https://www.cdc.gov/cancer/breast/basic_info/risk_factors.htm

World Health Organization. (2023). Breast cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/breast-cancer

PDQ® Adult Treatment Editorial Board. (2024). Breast cancer treatment (PDQ®): Patient version. In PDQ Cancer Information Summaries. National Cancer Institute (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65969/

PDQ® Adult Treatment Editorial Board. (2024). Male breast cancer treatment (PDQ®): Patient version. In PDQ Cancer Information Summaries. National Cancer Institute (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65980/

Baca Juga Yang Lainnya

Kanker Payudara Stadium Awal: Apakah Selalu Perlu Kemoterapi?
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
13 March 2026
Kanker Paru: Tidak Hanya Terjadi pada Perokok
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
13 March 2026
Gen BRCA dan Kanker Payudara: Apakah Anda Perlu Tes Genetik?
ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
11 March 2026
Artikel Lainnya
Kanker Payudara Stadium Awal: Apakah Selalu Perlu Kemoterapi?
kanker-payudara-stadium-awal-perlukah-kemoterapi
Kanker Paru: Tidak Hanya Terjadi pada Perokok
kanker-paru-tidak-hanya-terjadi-pada-perokok
Gen BRCA dan Kanker Payudara: Apakah Anda Perlu Tes Genetik?
gen-brca-risiko-kanker-payudara-tes-genetik
Benarkah Kanker Payudara Hanya Terjadi pada Wanita dengan Riwayat Keluarga?
risiko-kanker-payudara-karena-riwayat-keluarga
LOADING ...