Event

Webinar KALGen Academia “Clinical Impact of MRD Results”: Menjadikan Data Molekuler sebagai Dasar Keputusan Klinis

Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
06 January 2026
Bagikan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Whatsapp

Jakarta, 13 Desember 2025 — Perkembangan teknologi diagnostik molekuler terus mendorong perubahan paradigma dalam tata laksana kanker, khususnya dalam pemantauan penyakit setelah terapi kuratif. Salah satu inovasi yang kini semakin mendapat perhatian adalah Minimal Residual Disease (MRD), yaitu deteksi sisa sel kanker yang tidak lagi teridentifikasi melalui pemeriksaan radiologi atau patologi konvensional.

Menjawab kebutuhan akan pemahaman klinis yang lebih komprehensif, KALGen Academia menyelenggarakan webinar ilmiah bertajuk “Clinical Impact of MRD Results”. Webinar ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai pemanfaatan pemeriksaan MRD berbasis circulating tumor DNA (ctDNA) menggunakan teknologi Next Generation Sequencing (NGS), serta bagaimana hasilnya dapat diinterpretasikan untuk mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih presisi dan berbasis bukti.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Yongjun Cha (Former Medical Oncologist, National Cancer Centre Korea) yang membawakan materi pertama berjudul “Detecting the Invisible: ctDNA in Minimal Residual Disease Monitoring”, serta dr. Trinugroho Heri Fadjari, Sp.PD, KHOM yang menyampaikan materi kedua berjudul “MRD Testing: Guiding Precision in Cancer Care”. Kedua narasumber memaparkan aspek ilmiah serta aplikasi klinis pemeriksaan MRD secara komprehensif dan aplikatif. Diskusi ilmiah dalam webinar ini dipandu oleh Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD, KHOM, yang mengarahkan sesi tanya jawab serta memperkaya pembahasan dengan perspektif klinis yang relevan dengan praktik sehari-hari.

Webinar ini diikuti oleh sekitar 100 peserta, yang sebagian besar merupakan dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik (Sp.PD, K-HOM) dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh dokter, klinisi, patolog, serta berbagai pihak lain yang memiliki ketertarikan dalam pengembangan dan pemutakhiran ilmu pengetahuan mengenai diagnostik molekuler dalam praktik klinis.

 

MRD: Mengungkap Penyakit yang Tidak Terlihat

Pada banyak kasus kanker padat, pasien dapat mencapai complete response setelah pembedahan atau terapi sistemik. Namun, risiko kekambuhan tetap ada akibat keberadaan sel kanker mikroskopik yang tidak terdeteksi dengan metode standar. Pemeriksaan MRD berbasis ctDNA memungkinkan deteksi sisa penyakit tersebut melalui analisis fragmen DNA tumor yang beredar dalam darah.

Dengan dukungan teknologi Next Generation Sequencing (NGS), pemeriksaan MRD mampu memberikan sensitivitas tinggi dalam mendeteksi perubahan molekuler tumor. Pendekatan ini tidak hanya berperan dalam pemantauan respons terapi, tetapi juga sebagai alat prediktif untuk menilai risiko kekambuhan lebih awal, bahkan sebelum muncul manifestasi klinis.

Dari Hasil Laboratorium ke Keputusan Klinis

Dalam webinar ini dibahas bahwa nilai utama pemeriksaan MRD tidak hanya terletak pada kemampuan deteksinya, tetapi pada bagaimana hasil tersebut diterjemahkan menjadi tindakan klinis. Hasil MRD dapat memberikan informasi penting dalam berbagai skenario klinis, antara lain:

  • MRD negatif pasca terapi kuratif
    Mengindikasikan respons terapi yang optimal dan risiko kekambuhan yang lebih rendah, sehingga pasien dapat dipantau tanpa intervensi tambahan yang tidak perlu.
  • MRD positif pasca terapi
    Menunjukkan adanya sisa penyakit molekuler dan peningkatan risiko relaps, yang dapat menjadi dasar pertimbangan untuk intensifikasi terapi atau pemantauan lebih ketat.
  • Perubahan status MRD selama follow-up
    Kenaikan kadar ctDNA dapat menandakan kekambuhan dini, bahkan sebelum terdeteksi melalui imaging, sehingga membuka peluang intervensi lebih awal.


Diskusi ini menegaskan bahwa MRD berpotensi menjadi alat bantu stratifikasi risiko yang kuat, mendukung konsep pengobatan yang lebih personal dan presisi dalam penanganan kasus kanker secara menyeluruh.

Komitmen KALGen Academia dalam Edukasi Onkologi Presisi

Melalui webinar ini, KALGen Academia menegaskan komitmennya sebagai platform edukasi ilmiah yang mendukung implementasi precision oncology di Indonesia. Dengan menghadirkan diskusi berbasis bukti ilmiah dan praktik klinis terkini, KALGen Academia berupaya membantu tenaga medis memahami dan memanfaatkan teknologi diagnostik molekuler secara optimal demi kepentingan pasien.

Minimal Residual Disease bukan lagi sekadar konsep penelitian, melainkan alat klinis yang semakin nyata perannya dalam menentukan arah terapi dan pemantauan pasien kanker. Melalui edukasi berkelanjutan seperti webinar “Clinical Impact of MRD Results”, KALGen Academia berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan klinis serta hasil pengobatan pasien di era terapi presisi.

Baca Juga Yang Lainnya

Mengapa Banyak Orang tak Tahu Mereka Alergi Telur? Ini Penjelasannya!
Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
16 December 2025
Apa Itu Triple‑Negative Breast Cancer (TNBC) dan Kenapa Sulit Diobati?
Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
17 November 2025
Artikel Lainnya
Apa Itu Triple‑Negative Breast Cancer (TNBC) dan Kenapa Sulit Diobati?
tnbc-kanker-payudara-paling-agresif
Mengungkap Peran Hormon dalam Kanker Payudara: Wawasan Penting untuk Deteksi dan Pencegahan
hormon-dan-kanker-payudara-fakta-terbaru
LOADING ...