Event

Mengapa Banyak Orang tak Tahu Mereka Alergi Telur? Ini Penjelasannya!

dr Rebeca Hotmauli
16 December 2025
Bagikan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Whatsapp

Alergi adalah suatu respon imun terhadap rangsang tidak berbahaya dari luar. Rangsangan (allergen) tersebut dapat berupa makanan, perbedaan suhu, serangga, debu, serbuk sari dan lain-lain. Tiga puluh persen dari seluruh penduduk dunia itu memiliki alergi lho! (jika  dikumpulkan di satu tempat berarti setara dengan ½ penduduk benua Asia!)


Banyak orang mengenal alergi susu, seafood, atau kacang. Tapi ada satu alergi yang justru paling sering ditemukan, namun paling jarang disadari: alergi telur — terutama alergi putih telur.


Eittss tapi tunggu dulu, jangan panik. Menurut penelitian, 60-75% alergi telur akan dapat resolusi spontan di usia remaja lho! Tapiiii… pada beberapa orang, gejala akan menetap sampai dewasa.


Kenapa begitu?

Alergi telur dapat diminimalisir dengan membiasakan makan telur sedikit demi sedikit. Hal ini disebut dengan oral imunoterapi. Memasak telur juga sangat memengaruhi lho terhadap alergi telur. Seseorang akan cederung lebih alergik terhadap telur mentah/ ½ matang dibandingkan dengan mengonsumsi telur matang. Tetapi perlu hati-hati jika dengan mengonsumsi telur makan tetap alergi berat, maka oral imunoterapi sering tidak berhasil mengurangi gejala alergi telur.


Gejala Alergi Telur

Gejala alergi telur bervariasi dari ringan sampai berat, seperti mual muntah, nyeri perut, diare  biduran (urtikariaa) bahkan ada sebuah laporan kasus bahwa folikulitis (bisul) pada bayi juga terkait dengan alergi telur.


Apa penyebabnya?

Penelitian menunjukkan bahwa alergi sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik. Seorang anak yang memiliki kedua orang tua alergi memiliki kemungkinan 75% untuk mengalami alergi. Jadi penting lho untuk cek tendensi alergi berdasarkaan genetik!


Hati-hati hidden egg dalam makanan:

Roti, kue, es krim, mie, makanan bertepung renyah, saus, mayones, nugget / tempura, bahkan makanan ringan pabrikan



Baca Juga Yang Lainnya

Artikel Lainnya
Apa Itu Mutasi EGFR pada Kanker Paru?
mutasi-egfr-kanker-paru
Skrining Kanker Paru: Siapa yang Perlu Low-Dose CT Scan? (LDCT)
skrining-kanker-paru-ldct-siapa-yang-perlu
Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Kanker Paru
batuk-tak-sembuh-gejala-kanker-paru
Sering Disalahartikan, Apa Bedanya TBC dan Kanker Paru?
perbedaan-tbc-dan-kanker-paru
LOADING ...