Event

Benjolan di Payudara: Kapan Harus Khawatir?

Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
02 March 2026
Bagikan
Share to Facebook Share to Twitter Share to Whatsapp

Terdapat benjolan pada payudara Anda? Khawatir itu adalah gejala awal kanker payudara? Jangan overthinking dulu! 

Benjolan pada payudara memang menimbulkan kegelisahan. Namun, tidak semua benjolan bersifat berbahaya. Sebagian bersifat jinak, sementara lainnya bisa berpotensi ganas. Karena itu, penting untuk memahami perbedaan tumor jinak dan ganas agar tidak sekadar overthinking, tetapi juga tahu kapan harus waspada.

Tidak Semua Benjolan Berarti Kanker

Benjolan di payudara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, diantaranya Kista Payudara, Fibroadenoma, Perubahan fibrokistik akibat pengaruh hormon, Infeksi payudara, dan Lipoma. Kondisi-kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Perbedaan Tumor Jinak VS Ganas

Secara umum, benjolan dapat dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas, yang masing-masing memiliki ciri serta tingkat risiko yang berbeda. Terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara tumor jinak dan ganas, yaitu:

1. Nyeri yang Dirasakan

Kanker payudara pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan nyeri. Namun, perlu dipahami bahwa nyeri bukanlah penentu utama apakah suatu benjolan jinak atau ganas. Baik tumor jinak maupun ganas dapat terasa nyeri atau tidak. Beberapa tumor yang bersifat jinak juga bisa menimbulkan nyeri, antara lain pada kasus infeksi karena adanya inflamasi atau peradangan yang juga mengaktivasi sistem rasa nyeri di dalam tubuh. Sedangkan kanker payudara umumnya tidak nyeri pada tahap awal. Nyeri biasanya baru muncul ketika sel kanker telah menyebar, atau menekan jaringan di sekitarnya.

2. Konsistensi dan Pergerakan Tumor

Tumor jinak biasanya berbatas jelas, terasa lebih lunak atau kenyal, serta dapat digerakkan saat disentuh. Tumor ganas cenderung lebih keras, tidak beraturan, dan sulit digerakkan karena melekat pada jaringan sekitar.

3. Pertumbuhan Tumor

Tumor jinak umumnya tumbuh lebih lambat, meskipun tetap dapat berubah ukuran, terutama dipengaruhi faktor hormonal. Sebaliknya, benjolan ganas dapat mengalami pertumbuhan lebih cepat dan agresif.

4. Perubahan pada Kulit dan Puting

Perlu diwaspadai karakteristik berikut mengarah ke tumor ganas. Jika menemukan karakteristik seperti berikut pada benjolan payudara, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain Kulit tampak seperti kulit jeruk (cekungan), terdapat kemerahan atau penebalan kulit, puting tertarik ke dalam, dan keluar cairan dari puting, terutama jika berdarah.

Tanda Bahaya (Red Flag) yang Tidak Boleh Diabaikan

Benjolan pada payudara dinilai memiliki tanda bahaya jika benjolan yang awalnya kecil berkembang menjadi lebih besar dalam waktu singkat dan/atau disertai keluarnya cairan dari puting, termasuk darah. Gejala awal kanker payudara yang perlu diwaspadai tidak hanya berupa benjolan, tetapi juga perubahan lain pada payudara atau puting yang tidak normal. Menurut pedoman dari Centre for Disease Control and Prevention (CDC), ciri-ciri yang harus segera diperiksakan oleh tenaga medis meliputi: 

  • Benjolan baru di payudara atau ketiak yang tidak hilang, terutama yang terasa keras dan tidak mudah digerakkan
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Puting yang masuk ke dalam atau keluarnya cairan yang tidak biasa (termasuk darah)
  • Perubahan pada kulit payudara seperti cekungan, kemerahan, atau penebalan yang tampak berbeda dari kondisi sebelumnya

Perubahan-perubahan ini sering kali menjadi sinyal awal yang perlu mendapat perhatian, karena deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Jika mengalami tanda bahaya diatas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Bagaimana Dokter Menilai Apakah Benjolan Berbahaya?

Saat seseorang datang dengan keluhan benjolan di payudara, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh. Penilaian tidak hanya berdasarkan ukuran atau rasa nyeri, tetapi juga mempertimbangkan usia, riwayat kesehatan, faktor risiko, serta karakteristik benjolan itu sendiri. Dokter akan menilai apakah benjolan berbatas tegas atau tidak, konsistensinya (lunak, kenyal, atau keras), apakah mudah digerakkan, adakan perubahan pada kulit atau puting, serta apakah terdapat pembesaran kelenjar getah bening. Jika ditemukan kecurigaan, pemeriksaan lanjutan seperti USG, mamografi, atau biopsi akan dilakukan untuk memastikan sifat benjolan tersebut. Pendekatan bertahap ini bertujuan menghindari tindakan yang tidak perlu, sekaligus memastikan tidak ada kondisi serius yang terlewat.

Untuk memastikan penyebab benjolan payudara, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

1. USG (Ultrasonografi) Payudara

USG memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran jaringan payudara. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah benjolan berisi cairan (kista) atau berupa jaringan padat yang perlu evaluasi lebih lanjut.

2. Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan menggunakan sinar-X khusus payudara untuk melihat adanya kelainan pada jaringan, termasuk benjolan yang mungkin belum dapat diraba.

3. Biopsi

Jika ditemukan benjolan yang mencurigakan, dokter dapat melakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi merupakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah sel tersebut bersifat kanker atau tidak. Jenis biopsi yang dapat dilakukan meliputi biopsi eksisi (mengangkat seluruh benjolan), biopsi insisi (mengambil sebagian jaringan dari benjolan), biopsi inti (menggunakan jarum berukuran lebih besar untuk mengambil sampel jaringan), dan biopsi aspirasi jarum halus.

Referensi: 

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2023). What are the symptoms of breast cancer? U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/breast-cancer/symptoms/index.html

  2. American Cancer Society. (2023). Non-cancerous breast conditions. American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/types/breast-cancer/non-cancerous-breast-conditions.html

  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI). (2014). In Breast Cancer Screening (PDQ®)–Health Professional Version. National Library of Medicine (US). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65969/#CDR0000062955__358

  4. Liu, Y., Liu, X., Li, B., Li, C., Wang, X., & Zhang, N. (2022). Early detection and risk factors for breast cancer. Journal of Cancer Research and Therapeutics, 18(7), 1350–1358. https://doi.org/10.1097/CRT.0000000000001448 

Baca Juga Yang Lainnya

Benarkah Menyusui Mencegah Kanker Payudara?
Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
02 March 2026
Benjolan di Payudara: Kapan Harus Khawatir?
Ditinjau oleh dr. Devi Elora - KALGen Academia Team
02 March 2026
Artikel Lainnya
Benarkah Menyusui Mencegah Kanker Payudara?
menyusui-turunkan-risiko-kanker-payudara
Benjolan di Payudara: Kapan Harus Khawatir?
kapan-benjolan-di-payudara-perlu-diperiksa
LOADING ...