Ketika seseorang didiagnosis kanker, kekhawatiran yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pengobatan, tetapi juga risiko bagi keluarga, terutama anak di masa depan. Hal ini sering memunculkan pertanyaan: apakah kanker dapat diturunkan, dan apakah anak pasti akan mengalami kondisi yang sama?
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peran faktor genetik dalam penyakit, pertanyaan ini menjadi semakin umum. Tidak sedikit orang yang merasa cemas, bahkan ragu dalam mengambil keputusan besar seperti merencanakan keturunan, karena takut mewariskan kondisi kesehatan tertentu.
Salah satu yang sempat menjadi perhatian publik adalah cerita Vidi Aldiano yang mengungkapkan kekhawatirannya tentang memiliki anak. Dalam podcast PODHUB bersama Deddy Corbuzier, serta influencer Juan dan Eve, ia menyampaikan secara jujur, “Gue takut anak gue punya genetik sakit gue, gue nggak bisa ngapa-ngapain.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang nyata di masyarakat, bahwa kanker dapat diwariskan dan terasa di luar kendali.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua kanker bersifat diturunkan. Dalam dunia medis, terdapat perbedaan antara risiko dan kepastian. Seseorang memang dapat memiliki risiko lebih tinggi karena faktor genetik, tetapi bukan berarti ia pasti akan mengalami penyakit yang sama. Memahami perbedaan ini menjadi kunci agar kekhawatiran tidak berkembang menjadi kesalahpahaman, serta membantu kita melihat hubungan antara kanker dan faktor keturunan secara lebih bijak dan proporsional.
Memahami Risiko dan Kepastian Kanker
Dalam pembahasan kanker, penting untuk membedakan antara risiko dan kepastian. Risiko berarti kemungkinan seseorang mengalami kanker di masa depan, bukan sesuatu yang pasti terjadi. Faktor seperti riwayat keluarga, genetik, atau gaya hidup memang dapat meningkatkan peluang, tetapi tidak semua orang dengan faktor tersebut akan terkena kanker. Seseorang baru dapat dipastikan mengalami kanker setelah ada diagnosis medis, misalnya melalui biopsi. Sebelum itu, seseorang hanya dapat dikatakan “berisiko”, bukan “pasti terkena”.
Memahami perbedaan ini penting, terutama jika ada riwayat kanker dalam keluarga. Memiliki orang tua dengan kanker memang bisa meningkatkan risiko, tetapi tidak berarti anak pasti akan terkena juga. Risiko tersebut masih bisa dipengaruhi oleh banyak hal, seperti pola hidup sehat, lingkungan, dan deteksi dini. Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih bijak dalam melihat informasi kesehatan dan tidak langsung berpikir bahwa kanker adalah sesuatu yang pasti terjadi.
Pola Pewarisan Gen
Tidak semua kanker bersifat keturunan. Menurut National Cancer Institute, hanya sekitar 5–10% kasus kanker yang benar-benar disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dalam keluarga. Artinya, sebagian besar kanker terjadi karena kombinasi faktor lain seperti lingkungan dan gaya hidup.
Pewarisan gen kanker umumnya mengikuti pola yang disebut autosomal dominant, yaitu jika salah satu orang tua membawa mutasi gen tertentu, maka anak memiliki sekitar 50% peluang untuk mewarisi mutasi tersebut. Contoh gen yang sering dikaitkan dengan kanker adalah BRCA1 dan BRCA2 yang berhubungan dengan kanker payudara dan ovarium. Namun, mewarisi gen tersebut tidak berarti pasti akan terkena kanker, melainkan hanya meningkatkan risiko dibandingkan orang tanpa mutasi tersebut. Hal ini karena perkembangan kanker juga dipengaruhi oleh faktor lain di dalam tubuh dan lingkungan sekitar.
Selain itu, ada juga kondisi di mana mutasi gen tidak diwariskan, melainkan akibat mutasi yang muncul selama hidup karena faktor lingkungan, penuaan, atau gaya hidup. American Cancer Society menjelaskan bahwa sebagian besar kanker termasuk dalam kategori ini, yang disebut sebagai sporadic cancer. Oleh karena itu, meskipun ada riwayat kanker dalam keluarga, bukan berarti semua anggota keluarga akan mengalami hal yang sama.
Pentingnya Konseling Genetik
Konseling genetik adalah proses untuk memahami risiko kanker berdasarkan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga dengan bantuan ahli genetika. Konsultasi ini bisa dilakukan secara langsung, telepon, atau video, dan biasanya membahas apakah seseorang perlu menjalani tes genetik atau tidak, beserta manfaat dan keterbatasannya.
Konselor genetik tidak akan menentukan keputusan, tetapi membantu menjelaskan informasi dengan jelas agar seseorang bisa memilih langkah yang paling tepat. Mereka juga membantu memahami hasil tes genetik serta memberikan arahan terkait skrining atau pencegahan yang perlu dilakukan.
Hal ini penting karena risiko kanker tidak selalu pasti, dan informasi medis terus berkembang. Dengan konseling genetik, seseorang bisa lebih memahami kondisi dirinya dan mengambil langkah yang lebih tepat sejak dini. Selain itu, hasilnya juga bisa membantu anggota keluarga lain mengetahui risiko yang mungkin mereka miliki.
Pemeriksaan Genetik untuk Mengetahui Risiko Individual
Pemeriksaan genetik memungkinkan seseorang mengetahui risiko kanker secara lebih personal, terutama yang berkaitan dengan faktor keturunan. Tes ini dapat mendeteksi adanya mutasi gen tertentu bahkan sebelum muncul gejala. Hasil pemeriksaan dapat membantu menentukan langkah selanjutnya, seperti skrining lebih dini, pencegahan, atau pemilihan terapi yang lebih sesuai (personalized medicine). Selain itu, informasi ini juga dapat bermanfaat bagi anggota keluarga lain untuk memahami risiko yang mungkin dimiliki.
Namun, penting diingat bahwa memiliki mutasi gen tidak berarti pasti akan terkena kanker. Risiko tetap dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan, dan pemantauan kesehatan secara berkala. Oleh karena itu, pemeriksaan genetik sebaiknya dilakukan dengan pendampingan tenaga profesional.
Sebagai bagian dari upaya deteksi dini, KALGen Innolab menyediakan layanan pemeriksaan genetik untuk membantu mengidentifikasi risiko kanker secara individual. Dengan teknologi diagnostik modern dan dukungan tenaga ahli, pemeriksaan ini membantu individu memahami profil kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sejak dini.
Kesimpulan
Kanker memang dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait kemungkinan diturunkan kepada anak. Namun, penting untuk dipahami bahwa memiliki riwayat kanker dalam keluarga tidak berarti seseorang pasti akan mengalami hal yang sama. Dalam dunia medis, terdapat perbedaan jelas antara risiko dan kepastian, di mana risiko hanya menunjukkan peluang, bukan diagnosis pasti.
Sebagian kecil kanker memang berkaitan dengan faktor genetik yang diwariskan, tetapi sebagian besar terjadi karena kombinasi berbagai faktor seperti gaya hidup dan lingkungan. Oleh karena itu, memahami pola pewarisan gen, serta peran konseling dan pemeriksaan genetik, menjadi langkah penting untuk mengenali risiko secara lebih akurat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemeriksaan genetik herediter, seperti KALScreen, yang menganalisis panel 16 hingga 69 gen terkait risiko kanker keturunan. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, bahkan sebelum muncul gejala, sehingga memungkinkan langkah pencegahan dan pemantauan yang lebih terarah.
Dengan pendekatan yang tepat, mulai dari konseling genetik, pemeriksaan risiko individual, hingga deteksi dini, setiap individu dapat mengambil langkah yang lebih proaktif dalam menjaga kesehatannya. Kenali risiko Anda sejak dini dengan pemeriksaan mutasi gen herediter, dan ambil langkah tepat untuk masa depan yang lebih sehat.
Referensi
National Cancer Institute. (n.d.). Cancer risk and prevention. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention
American Cancer Society. (n.d.). Cancer basics. https://www.cancer.org/cancer/cancer-basics.html
National Cancer Institute. (n.d.). Genetic risk factors for cancer. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/genetics
Facing Our Risk of Cancer Empowered. (n.d.). Genetic counseling. https://www.facingourrisk.org/info/hereditary-cancer-and-genetic-testing/how-to-get-testing/genetic-counseling
University of Colorado Anschutz Medical Campus. (n.d.). Genetic counseling. https://medschool.cuanschutz.edu/colorado-cancer-center/for-patients-families/genetic-counseling
Saint John’s Cancer Institute. (n.d.). Genetics and genetic counseling. https://www.saintjohnscancer.org/cancer-support/genetics/